Impact investing: Investasi yang mendorong perubahan

Impact investing

Saat ini impact investing (investasi berdampak) menjadi perhatian di Indonesia sebagai salah satu cara untuk mengatasi permasalahan-permasalahan kompleks terkait perubahan iklim, pemerataan pembangunan dan kesejahteraan sosial, yang mengharuskan kita untuk melakukan inovasi untuk menyelesaikannya. Seperti yang terlampir pada SDGs (Sustainable Development Goals), beragam permasalahan ini tidak semata-mata dapat diselesaikan hanya dengan kebijakan saja. Perlu keseriusan, perhatian, serta kolaborasi untuk dapat menemukan inovasi serta pendekatan yang tepat untuk mengatasi masalah yang dihadapi ini.

Impact investing diharapkan mampu untuk memberikan perhatian, keseriusan, dan memunculkan kolaborasi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi. Impact investing adalah kegiatan investasi dengan tujuan untuk mendapatkan return dan memaksimalkan dampak sosial serta lingkungan. Impact investing memiliki pendekatan yang berbeda dengan investasi tradisional, karena investasi yang dilakukan akan mengutamakan perubahan dampak sosial dan dampak lingkungan yang dapat diukur.

Berdasarkan data yang diperoleh dari GIIN (Global Impact Investing Network), sejak tahun 2022 impact investing diperkirakan memiliki ukuran pasar sebesar USD 1.664 triliun dalam AUM (Assets Under Management). Dengan ukuran pasar yang sangat besar ini, Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan potensi ini untuk meningkatkan investasi berdampak di negara ini. Potensi ini dapat memberikan dampak besar bagi masalah seperti kesenjangan sosial, perlindungan lingkungan, hingga akses dana bagi UMKM lestari.

Salah satu isu yang berusaha diselesaikan oleh impact investing adalah climate change. Berdasarkan target COP26 yang berusaha untuk menjaga temperatur global di bawah kenaikan 1,5 derajat Celsius, impact investing menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Para pelaku impact investing berperan aktif dalam mengalokasikan dana ke proyek-proyek dan inisiatif yang berfokus pada pengurangan emisi karbon, pengembangan energi terbarukan, pelestarian hutan, serta adaptasi terhadap perubahan iklim.

Distribution of investments in order to transform the energy sector by 2030

Sumber: Bhattacharya et al., 2016; Global Commission on the Economy and Climate, 2014

Impact investing di Indonesia

Tantangan-tantangan yang dihadapi oleh Indonesia dalam ranah impact investing adalah menciptakan kesadaran bagi seluruh stakeholders mengenai konsep serta manfaat impact investing, regulasi pemerintah, kesiapan UMKM lestari dalam menerima investasi, serta akses UMKM lestari terhadap modal yang ada. Dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut, peran serta kolaborasi berbagai lembaga menjadi hal yang sangat penting.

Indonesia melalui Koalisi Ekonomi Membumi (KEM), sebuah inisiatif bersama dengan tujuan untuk menjadikan Indonesia siap dalam impact investing, telah meluncurkan Panduan Investasi Lestari (PIL). PIL memuat informasi dan langkah-langkah yang dapat diambil oleh pelaku usaha lestari untuk memastikan perkembangan usaha mereka turut memperhatikan dampak sosial dan dampak lingkungan. PIL juga dapat digunakan bagi para investor untuk memiliki terminologi dan ukuran kemajuan yang sama dengan pelaku usaha untuk membantu menentukan seberapa besar dampak sosial dan lingkungan yang dapat dihasilkan dari berinvestasi di usaha lestari tersebut. Panduan ini dapat diakses oleh semua pihak dan mampu memberikan pemahaman mengenai bagaimana impact investing dapat mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan, menjaga lingkungan, keberlanjutan, dan tata kelola.

Meskipun telah ada panduan yang mendukung pengembangan usaha lestari, para UMKM lestari sering menghadapi tantangan dalam mendapatkan akses dana. Terlihat jelas dari data MenkopUKM bahwa ada jarak (gap) akses pendanaan yang cukup besar, di mana sebanyak 69,5% UMKM tidak dapat mengakses kredit perbankan. MenkopUKM juga menyatakan bahwa “sebenarnya banyak venture capital yang ingin masuk ke UMKM, tetapi ketidak cocokan nilai hingga absennya rencana bisnis yang dimiliki oleh UMKM menjadi penghalang utama untuk terjadinya hal tersebut”. Selain itu, tidak semua jenis pendanaan dapat diserap oleh bisnis lestari. Terkadang sumber dana tradisional cenderung enggan untuk membantu bisnis lestari, yang mengakibatkan terhambatnya mereka untuk menuju visi keberlanjutannya.

Impact investing bagi Equatora Capital

Supernova Ecosystem, melalui Equatora Capital, berkomitmen untuk mengatasi masalah-masalah yang harus dihadapi oleh bisnis lestari dalam rangka menyiapkan diri untuk menerima impact investment. Berfokus pada bisnis Nature-Based Solutions (NBS merupakan pendekatan inovatif yang mengandalkan potensi alam dan ekosistem berkelanjutan dalam mengatasi masalah lingkungan dan sosial) dari berbagai area jurisdiksi, Equatora Capital menyediakan berbagai servis yang diharapkan mampu membantu pertumbuhan bisnis lestari.

Salah satu servis yang disediakan adalah akses dana bagi bisnis lestari seperti fasilitas pinjaman modal kerja, convertible debt, dan ekuitas/saham. Dengan menyediakan berbagai macam akses dana yang dapat diakses oleh mereka, Equatora Capital berharap mampu membantu bisnis lestari untuk mencapai visi keberlanjutannya. Tidak hanya itu, Equatora Capital juga turun langsung untuk berinvestasi pada bisnis lestari yang memiliki nilai-nilai sejalan dengan Supernova Ecosystem.

Bagi Equatora Capital, impact investing tidak hanya mengenai pendanaan saja, melainkan juga tentang kesiapan para bisnis lestari dalam mengelola serta menjalankan bisnis mereka. Hal ini menjadi poin penting untuk memastikan investasi yang dilakukan dapat mencapai hasil yang diharapkan. Berdasarkan hal tersebut, Equatora Capital juga menyediakan pengembangan kapasitas yang fokus terhadap tata kelola bagi para bisnis lestari. Servis ini diharapkan mampu menghasilkan bisnis lestari yang memiliki tata kelola baik, terpercaya, dan professional, sehingga memudahkan mereka untuk mendapatkan akses dana lainnya serta kepercayaan dari investor.

Melalui pendekatan ini, Equatora Capital akan menjadi mitra yang tepat dalam mempercepat perkembangan bisnis lestari di Indonesia.

Share the Post:

Related Posts

Scroll to Top