Tidak ada yang instan dalam proses menuju bisnis lestari

“Daerah yang lebih dekat dengan sumber daya alam seharusnya memiliki keuntungan lebih untuk mengelola apa yang mereka miliki dan mendapatkan keuntungan dari hasil tersebut”

Namun, realitas menyatakan sebaliknya. Daerah-daerah di sekitar sumber daya alam seringkali tidak dapat memanfaatkan potensi alam yang melimpah ini sebaik yang seharusnya. Kurangnya kemampuan dalam pengolahan sumber daya alam dan kurangnya pengalaman berbisnis telah membuat mereka hanya menghasilkan sedikit, dan mereka tidak mampu memberikan nilai tambah pada produk-produk yang dihasilkan.

Mengapa hal ini terjadi?

Bisnis selalu terpusat di kota-kota besar, sementara wilayah di luar kota besar sering terabaikan. Ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infrastruktur yang terbatas, kurangnya akses ke pasar yang luas, serta minimnya sumber daya manusia yang terlatih di daerah pedesaan. Akibatnya, potensi ekonomi yang terkandung dalam sumber daya alam alami terkadang terbuang percuma.

Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan upaya untuk mengembangkan keterampilan dan peluang bisnis di daerah-daerah di luar kota besar, sehingga masyarakat dapat lebih efektif dalam mengelola sumber daya alam yang ada, memberikan nilai tambah pada produk-produk, dan secara keseluruhan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di luar kota-kota besar.

Demo Day Konstelasi Accelerator

Membangun pondasi bisnis lestari: Kolaborasi Rantai Nilai

Dengan semangat desentralisasi bisnis dari kota-kota besar, Konstelasi Accelerator memulai perjalanan pada tahun 2020. Dalam dua tahun terakhir, Konstelasi Accelerator telah memiliki tiga batch yang beranggotakan 13 bisnis lestari dari berbagai daerah di Indonesia. Bisnis-bisnis lestari ini memiliki fokus bidangnya masing-masing. Batch 1 ada Sinergi Natural, YAGI Forest, Sintang Freshwater Care (SFC), MP Natural, dan Agrapanabio.

Kolaborasi ini dapat dipetakan dengan rangkaian value chain (rantai nilai) komoditas. Di komoditas ikan gabus, SFC sebagai pemain hilir, berguna untuk memasok bahan baku ikan air tawar (gabus dan toman) kepada pemain tengah Agrapanabio. Agrapanabio akan melakukan riset sehingga menghasilkan produk turunan bernilai jual lebih yaitu Albumin. Albumin ini menjadi bahan baku untuk produk obat-obatan dan kesehatan.

Pada komoditas tengkawang, terdapat MP Natural dan Sinergi Natural yang menjadi pemain tengah untuk melakukan pengolahan tengkawang hingga menjadi bahan baku yang dapat digunakan untuk produk kecantikan. Hasil produk turunan ini kemudian kemudian dapat digunakan oleh YAGI Forest sebagai bahan utama dalam produk kecantikannya.

Cohorts Batch 2 menambah kelengkapan peta kolaborasi rantai nilai yang dimiliki oleh Konstelasi Accelerator. Alam Siak Lestari (ASL) berperan sebagai pemain tengah dan hilir dalam memproses ikan gabus menjadi Albumin, yang kemudian dipasarkan sebagai produk kesehatan. Automa hadir di setiap tahap rantai nilai, fokus pada pemantauan emisi karbon dari aktivitas bisnis. Terakhir, Arcia Oil berfokus pada industri kecantikan dengan produk-produk olahan dari tengkawang.

Batch 3 memperkenalkan lima bisnis lestari baru, Pesona Kalbar Hijau (PKH), Goodvibes, Peek.Me, Conservana Spices, dan Kulaku. PKH berada pada posisi tengah-hilir pada peta kolaborasi rantai nilai. Sementara itu, Goodvibes dan Peek.Me berada pada posisi hilir dengan fokus produk kesehatan alami. Conservana Spices berada pada posisi tengah-hilir memiliki fokus pada hasil hutan non-kayu yang diolah menjadi essential oil. Kemudian ada Kulaku berada di tengah-hilir yang mengolah berbagai produk turunan dari kelapa.

Perjalanan Konstelasi Accelerator bersama cohorts Batch 1

Bersama dengan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), Konstelasi Accelerator – Supernova Ecosystem memulai perjalanannya dengan melakukan marketing mix pada tahun 2020, untuk mengkomersialisasi bisnis-bisnis berkelanjutan di daerah sub-nasional Indonesia. Kegiatan ini merupakan akar dari program akselerator yang saat ini tengah berlangsung. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Jurisdictional Approach (JA) yang bertujuan tidak hanya untuk mengembangkan bisnis berkelanjutan, tetapi juga berkontribusi pada konservasi lahan hutan dan gambut, sambil memberikan insentif kepada masyarakat setempat.

Dalam program ini, pendampingan diberikan kepada cohorts sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh masing-masing bisnis. Ada berbagai kelas yang membahas berbagai aspek, termasuk theory of change, analisis pasar produk, manajemen organisasi, laporan keuangan, pembangunan jaringan, hingga pelatihan public speaking untuk memperkenalkan bisnis kepada investor. Untuk lebih memperdalam hal-hal yang dipelajari, mentor individual juga ikut mendampingi dalam menyelaraskan strategi bisnis dengan nilai-nilai keberlanjutan, mengatasi masalah operasional, dan merumuskan langkah-langkah konkrit menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.

Tidak hanya melakukan pendekatan melalui program, Konstelasi Accelerator juga mengadakan business matching dan demo day. Business matching memberikan kesempatan kepada bisnis lestari untuk menjalin kemitraan dan kolaborasi dengan pihak lain yang sejalan dengan nilai dan visi mereka. Berbeda dengan business matching, demo day merupakan momentum di mana para bisnis dapat mempresentasikan inovasi dan potensi mereka kepada para investor dan mitra potensial. Melalui kegiatan ini, para cohorts dapat membangun koneksi serta mendapatkan eksposur di ranah bisnis lestari.

Melalui kombinasi antara kelas dan kegiatan-kegiatan ini, Konstelasi Accelerator ingin memberikan kesempatan bagi para cohorts untuk membangun lebih banyak koneksi dan mendapatkan eksposur yang diperlukan dalam dunia bisnis berkelanjutan.

Graduation YAGI dan Sinergi Natural

Akhir cerita dari awal sebuah perjalanan

Waktu telah memasuki akhir Oktober 2023, yang menandakan Batch 1 Konstelasi Accelerator telah selesai. Bersama-sama, Konstelasi Accelerator dan cohorts telah melalui banyak momen. Berbagai mentor dengan latar belakang serta fokus yang beragam pun turut serta menjadi teman seperjalanan para cohorts.

Namun begitu, dari kelima cohorts batch 1, hanya YAGI Forest dan Sinergi Natural yang menyelesaikan seluruh program hingga akhir. Agrapanabio tidak menyelesaikan program namun kini beralih menjadi mitra Supernova untuk menginkubasi bisnis-bisnis di daerah Sintang dan Siak. Sementara MP Natural, melakukan pivot dari bisnis sebelumnya untuk fokus memberikan pendampingan petani di daerah. Sedangkan SFC, fokus mengalokasikan energinya untuk mengadvokasi konservasi danau dan pemeliharaan wilayah sekitar danau bersama masyarakat lokal Sintang sebagai sebuah yayasan. Meski bukan lagi sebagai Cohort, mereka bertiga tetap menjalin hubungan yang dekat dengan Supernova dengan membawa mimpi yang sama: mendukung pelestarian hutan dan gambut, dan mendorong terciptanya ekosistem bisnis yang lebih lestari, meski dengan cara masing-masing.

Lulus dari program Konstelasi Accelerator merupakan akhir dan awal dari sebuah cerita. Cerita bagaimana mengkomersialisasikan bisnis lestari merupakan komitmen bersama-sama untuk menuju keberlanjutan. Dari akhir dari sebuah perjalanan ini kita belajar, bahwa untuk menjadi lestari itu tidak instan dan sejatinya melibatkan tekad serta kerja keras yang tak kenal lelah.

Share the Post:

Related Posts

Scroll to Top